berkalung senja diliput debu
sepi mengahadang, jalan merintang
sedang purnama muncul malu-malu
kembali pada fajar di pandang
meluput diri bercampur sepi
diam-diam terlungkup sekam
habis sudah tiap peri-peri
tak berarti pancasila jika diam
kitalah para pencari waktu
berjaga demi malam berbintang
berpijak kepastian wajah-wajah sendu
hilang pula lagak bangkong yang beruang
berpilin pada waktu
menghabiskan komentar pilu
diradio, ditivi, teronggok bau
politisi bicara, rakyat tertunduk malu
reformasi bukan sekadar angan
tapi nafas bagi sebuah perjuangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar