kembali kepada waktu pagi
ditingkah cermai burung gereja
mengicaukan kepastian janji
kehidupan di pohon cemara
harga diri ialah harga mati
bagi setiap kepak di tepi khatulistiwa
juga ufuk cita-cita berperi
kesatuan kesadaran bersama
safar berlabuh jauh
ditengahnya ombak prahara
cinta berpeluh sauh
ibu pertiwi tempat semua bermula
bermuka-muka datang menjemputku
yang terbaring dibalik punggungmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar