Rabu, 24 Desember 2014

Di Rumah Sendiri Saja

Hujan turun perlahan menjadi rintik dan tempias. Kilaunya terhalang atap condong dari gipsum yang bolong dipermainkan takdir kucing-kucing jalanan. Lampu 25 watt adalah penerangan selain monitor yang menyalakan layar tempat pengaduan dosa, derita, cinta. Kala moksa menjadi samsara bagi kehidupan yang dijalan, menyeret moral yang menipis, seiring hujan yang jadi gerimis. pengakuan kecil ditunjukkan bagi alam semesta yang beratapkan gipsum dan takdir silang-menyilang terpungkur di dengkur kucing jalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar