menangisi tiap masa yang berlalu
dalam dekap sang waktu
yang tak lelah selalu melaju
tapi tak pernah menunggu
ketika kita tahu
akan untai yang mendayu
dari denting senar yang melagu
mengawang hingga batas alu
lampau kecil yang dahulu
ingatan akan kenangan indah aku
tempat kita bertemu
dalam batas yang tak jemu
kecil sudah hilang kaku
dalam hangat mentari menyapu
membias panas hangantkan baju
basah oleh senyum dan pilu
ingat, ingatlah aku
yang kini terduduk
kaku
menatap kosong papan berdebu
tergores cerita canda lalu
jalan tua aspal abu
langit yang tak lagi biru
sahut – sahut yang saling menyeru
letus senapan dan senyum yang beku
tak terbalas surat yang lalu
bukanlah karena enggan atau malu
namun ombak memendam karang berbatu
di tengah laut arafuru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar