Jumat, 29 Mei 2015

permohonan maaf

dalam tulisan ini saya hanya ingin menyampaikan maaf bila tak dapat mengiring bahtera bahgia bersama  hingga tahun berganti

semoga pertemuan ini diberkahi di bumi dan bersemai di langit

Rabu, 27 Mei 2015

Rindu



Rindu       kerap dituliskan lewat kata-kata yang segaja tak dialamatkan
karena      terlalu banyak kehedak yang disampaikan
terlalu       bayak waktu yang diluangkan
banyak        pikiran yang dituangkan
Perasaan        yang disematkan
yang                 ditumbuhkan
Bersemai

Selasa, 19 Mei 2015

Doa


Tahukah kau, bahwa aku selalu senang dengan kehadiranmu?
Tahukah kau, bahwa aku selalu mengaharapkan senyummu?
Tahukah kau, bahwa aku selalu menginginkan kebahagiaan atas dirimu?
Tahukah kau, bahwa aku menyebutkan namamu dalam doaku?
Dan tahukah kau apa isi doaku?
“Ya allah, hilangkankanlah perasaan ini untuk sementara, bukan karena hamba membencinya, tapi karena hamba sangat mencintainya, dan hamba tak ingin cinta ini melukai kami berdua”
Tahukah kau, bahwa aku merindukan celoteh panjangmu di tiap obrolan?
Walaupun itu hanya tulisan, bahkan sekedar desah nafaspun tak akan terdengar
Dan 3 tahun telah kulewati tanpa mendengar suaramu?
Tapi ku bersabar, kuberdoa…
Dan berterima kasih padamu yang membiarkan perasaan ini tumbuh, walau kau tak menyadarinya
………….
Tahukah kau, aku merasa bahwa kita ini banyak persamaan?
Begitu pula perbedaannya, karena itu aku senang berbicara denganmu
Walaupun lewat tulisan, bukan suara
Yang bahkan desah nafas pun tak akan ter dengar
Tahukah kau, aku ikut bersedih ketika kau gagal mencapai mimpimu?
Padahal mimpi kita sama, untuk mencapai tujuan yang sama
Turut tersapu pula mimpiku, untuk melihat tawamu
Yang sudah 3 tahun ku tak melihatnya
Tahukah kau, bahwa aku punya pengharapan padamu?
Tak tahu waktunya, mungkin 10 atau 20 tahun lagi
Ketika aku datang mengetuk pintu rumahmu
Bukan untuk bertemu denganmu, tapi untuk bertemu dengan ayahmu
Dan melamarmu
Karena itu aku bersabar, dan menunggu menjadi pekerjaan yang kusenangi
Dan aku pun mengharapkan kau bisa bersabar, karena tak semua mimpi bisa kita capai
Kita yang berusaha, Allah yang menentukan

Jumat, 15 Mei 2015

Selalu



awan melukis dengan permai
mengawang pelan, diriaki desir angin
mengalir pelan, disinari cahya bulan
berdenyar pelan, mengulas senyum wajah tercantik
yang pernah aku temui

selasa, 3 februari 2015

sekadar kenang


teruntuk J

malam masih menyisakan wajahmu
di ambang mataku
kala senja telah lama tertidur

mungkin akan kau mengerti
diamku bertanda cinta
peduliku kau berbahgia
walau yang kupunya
hambarnya tawa

maka akan ku lekaskan
perjalanan panjang menuju kebebasan
hingga saat fajar menyingsing
air mata telah mengering

bersama sepucuk surat
cintaku