Selasa, 21 April 2015

Penantian


aku mencari jiwa dimatamu
entah kerling keberapa yang kutilik
kubuka dan kuculik
untuk kudekap dalam mimpi

aku mencari cahya di senyummu
kala bulan malu kerana sinarnya
dan bintang merindu tiap kilaunya
di ujung senja
atau pematang fajar

karena kau adalah jiwaku
yang kubawa kumamah sehari-hari
dalam tiap jenak yang mungkin berarti
kala masa sudah abadi

kutunggu kau di perbatasan nanti