Kamis, 8 agustus 2014, 01:45
Sebuah kata menunggu dalam relung rindu. Tak
tahukah kau? Kemana akan kembali berpulang rasa tersebut? Hanya ada kata yang tersimpan
dalam dasarnya perasaan yang tak tersampaikan, sebagai sebuah potongan hidup
yang terpilih dari berseraknya mozaik-mozaik yang telah dilangkahi. Akankah kita kembali?
Kepada kenangan yang berpendar dalam remangnya bulan, menunggu pelukan yang
sama atas jawaban yang sama, atau sebuah kerling yang menjawab segalanya.
Pepatah tak akan pernah salah bagi kita yang memepercayai benang takdir,
selalu akan terus terhubung dalam kepastian karena kepercayaan adalah pengikat
sejati baginya.
Sedang apa kau dalam mimpimu? Tanya sepi yang
mengarungi dinginnya malam. Kerana aku tak tahu selain desing kipas usang yang membasahi ruang
juga hati yang berdebar dalam masa yang ditunggu. 6 tahun sudah, kini ganjil
telah tergenapkan, namun rasa tetap tak terucapkan. Apakah kau akan menerima
jika ketidakpastian dijadikan kambing hitam? Semoga…..
Malam makin panjang, jadi gila kerana kubicara
pada papan ketik yang berirama sepotong-sepotong seumpama lagu ini, the ballade pour adelaine kan kah kau
suka? Hahaha. Seumpama kau yang terus menangis dalam relung rembulan, tak
pernah dapat kusentuh, selain hampa yang kudapat. Aku memang tak berani, bagimu
terutama bagiku yang memang tak akan berani bikin janji. Ketidak pastian itu
temanku bukan?
Sepanjang masa yang telah terlewat, semoga
lekas, kita akan kembali berbicara kepada mentari sebagaimana yang kerap
terbayangkan. Sudikah kau? Pertanyaaan yang tek pernah dapat terjawab lagi
sekarang. Semoga,dan semoga lah yang selalu akan kuucapkan padamu untuk hari
depan, ketika kita tak tahu siapakah dan untuk apakah saling memiliki itu.
Monolog kecil inilah tempat kata bisa mengalir
begitu saja, putri embunku. Tak ada yang meminta, kecuali hasrat untuk
berbicara. Tak ada yang mendengar, kecuali sunyinya malam berbintang. Tak ada
yang melihat, kecuali mata sayu akan harapan dan Yang Melidunginya. Semoga.
Selamat berbaring kembali dalam tidurmu, semoga malam tak akan memudar cerahnya
kala melihatmu menutup mata, memilingkan indahnya gemintang saat ini kepada mimpimu,
membiarkan bulan yang menyauhkan mimpiku kepada bunga-bunga dalam tidurmu. Selamat malam.