Selasa, 06 Agustus 2013

cerita dari pojok kamar


aku mendengarnya bertalu-talu
hikayat dari negri esok, berbayang janji
manis pula dirasa telinga
indah menanti

fajar menyingsingkan lengannya kembali
mengulas tiap-tiap wajah bersahaja
juga genting, semen, bata, dan tembok abu
yang masih basah catnya

aku juga menunggu, di pojok
sendiri memilah kenangan satu demi satu
terhitung dua, ditambah 3
lalu empat, dan lima
hingga tehitung seperti banyaknya huruf
yang kita goreskan

ya, inilah kenangan itu
membagi suka bersama duka
mengheningkan cipta pada malam sepi
bersama, menari
dalam untaian mimpi dan jiwa tak pasti
kapan terakhir kali melihatmu?

akupun disini
sendiri lagi
mengenang kata-kata
la tahzan, innallaha ma'anaa